Search This Blog

Loading...

Aplikasi Proses Produksi dan Inventory Control

Aplikasi untuk pengolahan data proses produksi yang telah terintegrasi dengan pengolahan data inventory di pabrik dengan user interface menggunakan aplikasi Microsoft Access 2000 dan Database SQL Server 2000 untuk penyimpanan datanya.

Aplikasi ini terdiri dari 3 bagian utama

1. Data Master
  • Master Barang
  • Master Suplier
  • Master Customer
  • Master Formula
  • Master Proses
2. Data Transaksi
  • Transaksi Purchase Order
  • Transaksi Penerimaan Bahan Baku
  • Pemeriksaan Barang
  • Transaksi Order Barang
  • Transaksi Realisasi Order Barang
  • Transaksi Proses Produksi
  • Pemeriksaan Barang
  • Transaksi Transfer Slip
  • Transaksi Input Slip
  • Transaksi Output Slip
  • Penjualan Obat Jadi
  • Transaksi Penambahan dan Pengurangan Barang
3. Laporan
  • Laporan Proses Produksi
  • Kartu Stok
  • Laporan Penjualan
Struktur Organisasai penguna aplikasi ini mencakup

1. Departement Produksi
  • Bagian Solid
  • Bagian Liquid
  • Bagian Packing
2. Departemen Quality Control
3. Departemen Production Planing & Inventory Control
  • Bagian Pembelian (Purchasing)
  • Bagian Gudang (Storage and Forwarding)
  • Bagian Administrasi Gudang
  • Bagian Production Planing Control (PPC)
  • Bagian Purchasing
4. Departemen Keuangan


Alur Data Pada Apliaksi

Tahap Pengadaan Barang
  • Bagian PPC membuat permintaan pembelian barang ke bagian Purchasing.
  • Bagian Purchasing membuat Purchase Order kepada Suplier.
  • Bagian Gudang menerima barang dari Suplier dan disimpan di gudang karantina, kemudian membuat permintaan pemeriksaan barang ke Departemen Quality Control.
  • Bagian Purchasing membuat slip penerimaan barang dan mencatat Piutang dagang Suplier.
  • Departemen Quality Control mengambil sampel barang yang diterima dan memeriksanya. Hasil pemeriksaan diinformasikan ke bagian Gudang. Jika hasilnya baik barang dapat digunakan untuk proses produksi, jika hasilnya tidak baik barang dikembalikan kepada Suplier.
  • Bagian gudang memindahkan barang dari gudang karantina ke gudang passed dan menerima Nomor Lot dari barang tersebut jika hasil pemeriksaannya baik.

Tahap Pembuatan Obat Jadi
  • Departemen Produksi melalui bagiannya membuat permintaan barang untuk proses produksi ke bagian Gudang.
  • Bagian Gudang menyiapkan dan mengirim barang sesuai permintaan. Kemudian mencatat Nomor Lot dan jumlah barang yang dikirim ke Departemen dan mengurangi stok barang tersebut.
  • Departemen Produksi menerima barang dan menambah status stok barang di Departemen Produksi.
  • Departemen Produksi melakukan proses produksi sesuai tahapan produksi. Pada tiap tahap proses produksi akan menghasilkan barang hasil proses dan mengurangi barang-brang yang digunakan pada tahapan proses tersebut.
  • Jika proses produksi mencapai tahap akhir yaitu barang yang dihasilkan berupa obat jadi, barang kemudian dikirim/ditransfer ke bagian Gudang.
  • Bagian gudang mencatat data penerimaan dan menambah status stok obat jadi.

Tahap Penjualan Obat Jadi
  • Bagian Administrasi Gudang menerima Sales Order dari Customer
  • Bagian Gudang menyiapkan obat jadi sesuai sales order dari customer kemudian mencatat pengeluaran barang dengan mengurangi stok obat jadi sesuai jumlah yang dikeluarkan.
  • Invoice dan Faktur Pajak dari penjualan dapat dibuat secara otomatis berdasarkan data penjualan yang telah dibuat.

2 comments:

Monas Blog said...

Wah mantap....sy jg mo bikin TA tentang aplikasi proses produksi dan inventory control....bisa minta penjelasan lebih detaol lg ga..???

Monas Blog said...

penjelasan lebih detail lg dwonk....